Pages

Thursday, June 4, 2009

siang di masjid Al wasi'i

selepas menunaikan sholat zuhur bersama teman-teman, cuaca panas, ya beberapa hari ini, Lampung dirasa semakin memanas. Langit boleh mendung, tapi belum berarti hujan, rasa gerah itu tetap saja ada, hingga mengakibatkan tubuh memproduksi keringat dalam jumlah yang tidak biasa.

Sekedar beristirahat selepas sholat zuhur dikerjakan. Tak berapa lama seorang kawan berkata, "gimana ya kalau bumi ini berhenti berputar? apa dia masih memiliki gaya berat?", "ya, tentu saja bumi masih memiliki gaya berat" begitu jawab saya. Lalu "yang jelas kiamat, karena bumi berhenti berputar, otomatis salah satu bagian selalu mengalami siang, dan salah satu bagian mengalami malam" begitu tambah teman saya marhana.

"Jangankan berhenti berputar, bumi itu memiliki derajat kemiringan tertentu bukan? Kalau bumi bergeser sedikit saja dari porosnya, atau kemiringannya bertambah 0.000 sekian derajat saja, kita sudah bisa kiamat" begitu kata saya pada mereka. "lagian, kalau malam terus, ya tidak ada photosintesis, lalu gimana oksigen bisa dihasilkan. Sama juga kalau siang terus-terusan, bisa kering kerontang. Tapi kalau tidak ada matahari, nah itu masih mungkin, seperti di daerah kutub, ada saat-saatnya matahari itu tidak nampak" begitu tambah saya

Hari masihlah panas, tepat ketika teman saya yang lain mengajak pergi untuk memenuhi hasrat sistem pencernaan ini untuk makan

"Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa"
QS. Yunus (10) : 6