Pages

Monday, October 13, 2008

Catatan Ramadhan 14

bagian keempat

Sepuluhmu Vs Sepuluh Rabb mu


Malam ramadhan yang luar biasa, ada kesimpulan yang saya katakan di dalam hati bahwasannya apapun yang jamaah-jamaah itu lakukan di masjid ini.


Entah ia bersendagurau dengan teman sepermainannya, seperti halnya yang dilakukan anak-anak itu di belakang, entah ia berbicara dengan teman yang ada di sebelahnya, entah ia tertidur, tenggelam di dalam ceramah yang pak ustadz sampaikan, biarlah-biarlah itu semua.


Terlepas dari apa pun yang mereka lakukan, saya masihlah sangat menghargai mereka, karena dari sekian banyak anak-anak, sekian banyak mahasiswi/a, sekian banyak orang-orang tua yang berdomisili di sekitar masjid ini, mereka masih mau meluangkan waktu untuk sekedar menunaikan sholat berjamaah, sholat tarawih di masjid ini, di tempat ini.


Walau terkadang harus bersusah payah melangkahkan kaki dalam tarikan kelopak mata yang menawarkan kenikmatan dalam lelapnya tidur selepas sholat isya. Bersusah payah mengabaikan tayangan-tayangan sinetron yang kadang bagi anak-anak begitu menggiurkan dan godaan-godaan yang lainnya.


Tidak ada yang berhak menilai, tidak saya tidak juga kamu yang membaca, biarlah Allah yang menilai seberapa besar amalan yang akan mereka dapatnya, kita tidak pernah tahu bukan. Karena sepuluh menurut hitungan manusia, belum tentu sama dengan sepuluh dalam hitungan Nya, bisa jadi 100, 1000 atau mungkin lebih dari itu, ini bulan ramadhan kawan, ini bulan ramadhan.


Mereka orang-orang pilihan, ya bagi saya mereka adalah orang-orang yang Allah pilihkan untuk berjalan menunaikan sholat di masjid ini, saat ini.


-bersambung-