Pages

Friday, September 12, 2008

Seorang kenalan yang bertanya

Kamu hidup untuk apa

Kembali teringat dengan seorang kenalan yang bertanya ”kamu hidup untuk apa? Kenapa kamu bertahan hidup di dunia? ”Saya hidup untuk yang Maha hidup, dulu sejatinya saya ingin meninggalkan dunia ini dalam usia muda. Berhari-hari menunggu, ternyata Allah belum juga kan ambil nyawa saya.

Lama akhirnya, saya berpikir bahwa belum saatnya saya meninggalkan dunia, baiklah selama masa itu belum tiba, saya akan lakukan apa yang saya bisa. Allah amanahkan pada saya, hmmh ingin menangis rasanya.

Ah, entahlah. Setiap kali menatap matahari, setiap kali menatap luasnya langit ini, setiap kali menikmati apa yang Ia berikan hingga kini, mengapa semakin dirasa berat, mengapa semakin dirasa begitu hati seharusnya mencintai.

Tak pernah sebanding apa yang dilakukan diri hingga saat ini, dengan apa yang telah dan akan Dia berikan setiap hari, setiap waktu, setiap desah nafas, setiap..setiap...setiap, saya diam dalam bungkam.

Kembali kepada dia yang bertanya ‘saya hidup untuk apa?’, yah sampai saat ini, di usia 22 ini, saya hanya berusaha melakukan yang terbaik agar Dia tidak kecewa pada saya yang sudah sekian lama memegang amanah yang Ia berikan untuk hidup di dunia.
Sampai tiba saatnya saya harus berjumpa dengan Nya.