Pages

Sunday, March 6, 2011

Septina Triyanti, di 6 Maret 2011

Sebuah perenungan akan arti dari kehidupan.

Kita hidup? ya kita memang hidup, berdasarkan ilmu biologi, seseorang dikategorikan ke dalam makhluk hidup apabila ia bernafas, dan inilah kita manusia hidup 'yang bernafas'.

Untuk apa kita hidup?entahlah, begitu jawab saya, kadang kala, pada suatu ketika, ketika jiwa saya bertanya. Saya akan berhenti bercerita tentang diri saya, karena tidak akan menarik tentunya. Akan sedikit bercerita tentang manusia, seorang wanita, muslimah, yang namanya sedikit mirip dengan nama saya, SEPTINA TRIYANTI, ya itulah namanya. Lahir 3 September 1985, berpetualangan di dunia sampai dengan tgl 25 Februari 2011, tahun ini.

Monday, February 28, 2011

Being unemployed, no income, no problem for me

Chapter three continued from Chapter two

And when the general affair tersebut berkata bahwa cara berpakaian seperti yang saya pakai, belum bisa diterima di perusahaan tersebut. 'Oh my God, seperti tersambar sesuatu tapi bukan tersambar petir'. Saya jadi melongo, dunno what to do, dunno what to say. See, how stupid i am, saat itu saya berpikiran seperti itu. Hal ini adalah hal yang sangat penting, tapi bodohnya saya, selama berkomunikasi dengan mereka, saya lupa bertanya tentang 'bagaimana dengan kostum yang biasa saya pakai'.

Sunday, February 27, 2011

When My Veil, The way i dressed contrary with company policy

This is Chapter two, continued from Chapter one

Pada tanggal 14 Januari 2011, saya menyambangi perusahaan tersebut, interview, negosiasi, hingga mereka berkata 'berharap' saya tertarik 'interesting' untuk bergabung dengan mereka. 'Ok', saya akan kabari setidaknya sampai paling lambat 2 minggu. 'bla, bla, bla' selesai mengurusi perusahaan yang lama, kebetulan saya menjabat sebagai kepala laboratorium Quality Control yang merangkap mengawasi, mengatur, manajemen mutu dan manajemen teknis.


Setelah selesai mengaplikasikan ISO 9001:2008 dan ISO IEC 17025:2005 pada laboratorium yang saya pegang, saya mohon undur diri pada pimpinan perusahaan saya. Dan 'guess what', pimpinan utama perusahaan saya itu 'looking at me such away, seems he don't want to care'. Karena memang, dia tidak ingin saya keluar dari perusahaan miliknya tersebut.

Saturday, February 26, 2011

Rencana yang tinggal rencana

Chapter one

Guess what, where i am right now? in Lippo karawaci mall


Crowded, melihat bagaimana manusia dari segala macam usia, dari berbagai kalangan, tumpah ruah di tempat ini. Saya agak bingung memetakan diri saya, sebagai bagian dari kerumunan masa yang terjebak di dalam arus hedonisme, modernisasi, ikut-ikutan, atau sebagai bagian dari manusia kalangan menengah ke bawah, ke menengah, atau ke atas yang mencoba 'sok' eksis.

Westlife, if i let you go,

Monday, December 13, 2010

Surat elektronik untuk Mu

bisakah saya meminta?
bisa kan saya meminta pada Nya
Ya Allah, surat ini surat permohonan yang kesekian dari saya, sefta marisa dwipasari.
Ya Rabb, izinkan saya bersamanya, saya mohonJustify Full
Ya Rabb, mohon jangan ambil dia dari saya, saya mohon

Tolonglah
Berikan saya dan dia kesempatan
Kesempatan agar semua tidak berakhir sia-sia

Tidaklah saya membutuhkan harta meskipun banyak anak manusia yang memilikinya.
Tidaklah saya mau harta, karena tentram jiwa dan ketenangan itu hilang sebagai alat bayar bagi harta dunia yang tiba-tiba ada.
Tidak lah saya mau memiliki itu semua, tapi bukan karena saya tidak membutuhkannya
Rezeki sudah Engkau yang menjaminnya, rezeki saya sudah ada, sudah Engkau catatkan di sana, di Lauh Mahfudz nun jauh di sana. Di tempat yang saya tidak ketahui keberadaannya.

Saya mohon Tuhan ku, Rabb ku Yang Maha Mengabulkan segala doa, Yang Maha kuasa mengampuni segala dosa. Aku mohon pada Mu Yang Menggenggam jiwa ku dan jiwa nya. Berikan kesembuhan pada Nya, berikan kami kesempatan yang kedua, aku tidak mau ini berakhir sia-sia, saya tidak berharap ini berakhir pada penyesalan yang berkepanjangan selama hidup saya.

Saya mohon ya RAbb
Surat elektronik ini saya tuliskan, saya gunakan teknologi tercanggih abad ini untuk menyentuh Arasy Mu. Meskipun saya tahu, Engkau mampu membaca isi hati. Tapi, aku memohon ya Rabb, kembalikan dia pada saya, kembalikan dia seperti semula, seperti pertama kali saya jumpai ia di suatu pagi yang cerah.

Saya mohon ya Rabb
Sembuhkan dia dari sakitnya
Lancarkan operasinya
Berikan saya kesempatan untuk membawanya
Untuk membawanya bersama saya ya RAbb

Tapi, bila ketentuan Mu tidak seperti yang saya harapkan
Saya mohon ya Rabb
Tanamkan kesabaran itu pada diri saya ya Rabb
Kesabaran bila nanti saya harus kembali kehilangan

Tapi, Tuhanku
Rabbku
Allah Yang Maha kuasa atas segala sesuatu
izinkan aku memohon
boleh kan saya meminta
saya mengiba
saya mengemis
saya berlutut
saya bersimpuh dengan peluh hina ya Allah
dalam gemetaran jari-jemari
dalam air mata yang tertahan
Saya mohon, kembali kan ia pada saya ya RAbb
saya mohon ya Allah
saya mohon tidak dalam keputusasaan, tapi dalam rasa penuh pengharapan agar Engkau Mengabulkan.

Kembali kan dia pada saya ya Rabb
Tolonglah, saya mohon ya Rabb