Masa lalu, masa kini dan nanti. Berbahagialah, berjalanlah dengan ikhlas, bernafaslah dengan penuh syukur, berserah dirilah. Ujian terberat, terbesar itu ada pada diri, pada hati.
Saturday, September 30, 2017
Petunjuk Allah itu ada dimana-mana
Mengingat akhir hidupnya, ketika ajal sudah menjemputnya, api menyelimuti tubuhnya, jadi abu. Keluarga, teman, penggemarnya sembari bernyanyi, bergembira, tertawa, bahagia, membawa abunya ke tengah laut pasifik, karena dia pasti menginginkannya, karena cintanya pada lautan, begitu pikir mereka semua yang membawa abunya.
Tapi, apa benar begitu? Menurut keyakinan mereka, apa yang mereka percaya, iya begitu.
Tapi, apa yang saya yakini berbeda, tentang bagaimana sakitnya malaikat maut menjemputnya. Tentang bagaimana kuat keinginannya untuk kembali ke dunia dan memohon kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya untuk tidak membakar jasadnya. Kenapa? Karena belum lagi hilang rasa sakit akibat tarikan malaikat maut akan ruhnya, dan bertambahlah sakitnya ketika api itu menjilat kulitnya, raganya, lalu seluruhnya menyelimuti tubuhnya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Kepulauan samudra pasifik
Tempat yang saya baru tahu keberadaannya, mungkin seperti mereka yang juga tidak tahu keberadaan negeri saya, sedemikian sama seperti itu agaknya. Tapi, apakah petunjuk Allah itu tentang Tauhid, bahwa Tuhan itu satu, bahwa ada satu kekuatan, bahwa ini yang baik dan itu yang buruk, tidak pernah sampai kepadanya? Apakah hati nuraninya tidak pernah sekali pun mengetuk hati pemiliknya barang sekali dua kali, bahwa ada yang salah, tidak tepat dengan jalan hidup yang dijalaninya? Saya menolak percaya, karena Allah selalu menurunkan, mengirimkan petunjuk kepada mereka yang mau mencarinya. Allah mengutus hamba-hamba Nya untuk menyampaikan risalah tentang keberadaan Nya, bahkan sampai ke ujung dunia, dalam beragam cara, rupa. Pertanyaannya, seberapa ingin kita mencarinya, berpikir tentang keberadaan Nya.
Dan tidaklah kita akan dihisab atas apa yang kita kerjakan terdahulu, sebelum islam itu datang. Dan Dia telah mengirimkan tanda-tanda kekuasaan Nya ke seluruh negeri, pelosok negeri. Tapi, agama ini hanya untuk orang-orang yang mau berpikir. Jangan jadi manusia yang menyesal di kemudian hari kerana melewatkan tanda-tanda yang diberikan oleh Nya.
Karena mati itu pasti
Neraka itu abadi
Thursday, September 29, 2016
Mbok suketi sebuah fiksi
"alon mbok alon" ujar prio
Pak le' tukimin sehari-harinya bekerja sebagai petani, menggarap sawah miliknya sendiri. Sesekali pak le' membawa sapi-sapinya seperti Ireng untuk pergi mencari rumput sembari melepaskan sapi miliknya ke tengah-tengah padang rumput.
*bersambung mak....
Wednesday, September 21, 2016
Sarapan
Saturday, September 10, 2016
Sayup-sayup
Lama, menjelang idul adha esok di tanggal 12 September 2016. Duduk sembari mendengarkan sayup-sayup suara lantunan ayat suci Al quran dari masjid-masjid nun jauh di seberang.
Aku termasuk ke dalam manusia yang beruntung, ketika Allah menjaga raga dari menutup mata ketika menjelang waktu biologis bagi tubuh untuk beristirahat, Dia pula yang membuat mata dan raga terjaga se ketika di sepertiga malamnya.
Malas? Iya, tentu saja. Sebagai manusia kekinian, alih-alih segera beranjak menyapa air, jari-jemarj saya malah sibuk melihat timeline dari sebuah aplikasi ternama, karya seorang anak manusia fesbuk namanya.
Ada bagian dari diri yang menolak untuk taat, untuk apa, sesuatu yang tidak bisa dilihat, tetapi bisa dirasa, atau memaksakan untuk mengakui "aku bisa merasakannya". Allah itu dimana? Ataukah ketaatan ini sebagai bentuk ketakutan? Akan alam kubur? Yang gelap, lembab, dingin, sendiri? Karena pada kenyataannya saya yang sekeping ini penakut sekali.
Apapun itu, aku harus bangun, beranjak pergi, menyapa air pagi. Sebelum sesal itu datang, kemudian pergi dan tidak dapat diganti. Karena sesuatu yang sudah pergi, tak dapat kembali. Apakah itu? Waktu yang kita lewatkan dan kematian.
Ada bagian dari diri yang selalu merasa menyesal ketika setiap waktu itu pergi begitu saja, karena menurut ku, kepergiannya itu tak bermakna, sia-sia.
Merasakan angin dingin, sejuk, khas menjelang shubuh tiba. Entah darimana hembusan angin itu datangnya. Sayup-sayup, perasaan ini entah disebut apa. Meletup-letup, bahagia, aku berhasil mengalahkanmu egoku.
Tunggu, aku ini bicara apa? Tentang apa? Tentang enggannya meminta, bersujud dan menghamba, setelah apa yang diharapkan, setelah apa yang tak disangka, tak diminta, ternyata dikabulkan.
Menghela nafas panjang
Aku ingin berjumpa, tapi perjumpaan itu bolehkah aku menangguhkannya? Meskipun hak atas panjang atau singkatnya usia seorang anak manusia, Dia yang menentukan.
Thursday, April 28, 2016
Japanese cotton cheese cake
Japanese cotton cheese cake, lagi. Kali ini, alhamdulillah tidak pakai gagal, resepnya bisa dilihat di cookpad.
Berikut Versi saya
Cream cheese 250gr
Butter 60gr
Tepung terigu 90gr
Tepung maizena 30
Telur 7 butir
Parutan kulit jeruk lemon dari 1bh lemon
Garam ¼ sdt
Icing sugar 125gr
Air perasan dari 1bh lemon
Oreo 1 bks beratnya 137gr
3 keping biskuit marrie regal
Kacang almond iris untuk bagian atas kue
Banyak versinya Japanese cotton cheese cake, ada yang versi 4bh telur di blog JTT milik mbak endang.
Beda merk bahan yang dipakai, beda rasa.
Cream cheese
Untuk cream cheese, kali ini saya pakai royal victory per 2kg 170ribu rasa kejunya ada, tapi ringan. Sebelumnya saya menggunakan cream cheese merk calf, lumayan berat rasa kejunya, bagi saya lebih suka yang calf 1kgnya 88ribu. Untuk yummy cream cheese, sebelum dipakai, disaring terlebih dahulu air yang terdapat di dalam kemasan, rasa kejunya juga ringan, tapi lebih ringan dari royal victory, cocok untuk yang tidak begitu menyukai keju per 250gr harganya di bawah 40ribu, lupa.
Butter
Saya pakai anchor, jadi agak rapuh. Aroma butter gak begitu kuat ya, kalah dengan aroma lemon perasnya. Sebelumnya pernah menggunakan royal palmia, aroma royal palmianya kental, semerbak, tapi untuk rasa, kembali pada cream cheese merk apa yang digunakan.
Telur
Saya pakai telur ukuran besar & sedang, hasilnya? bisa untuk 2 loyang bulat ukuran 22cm
Alas cake
Oreo Strawberry dan marrie regal
Saya hancurkan menggunakan ulekan yang dibungkus plastik, lalu saya beri minyak 2 sdm, ditekan-tekan ke alas dan dinding loyang, dinginkan di dalam lemari es selama ± 30 menit
Panggang dengan metode au bain marie suhu 150 - 170 tergantung jenis oven, dan jenis cetakan yang dipakai. Tinggi suhu oven, bisa membuat cake retak. Terlalu rendah suhu, cake jadi tidak naik dan lama matang. Untuk mencegah bagian atas cake gosong, setelah bagian atas berwarna kuning, tetapi cake bagian dalam belum matang, tutup bagian atas dengan aluminium foil.
Kalau hanya ada keju cheddar, susu SKM, dan telur, jangan khawatir, masih bisa bereksperimen membuat cheese cake, ada banyak resep cheese cake modifikasi di Internet.